Saturday, August 4, 2012

Hal-hal Yang Dapat Membatalkan Puasa


Pertanyaan:
Apa saja yang bisa membatalkan puasa?
Jawaban:
Barang siapa makan dan minum dengan sengaja di siang hari bulan Ramadhan maka menurut kesepakatan ulama puasanya batal. Menurut sebagian mazhab, dia hanya wajib mengqadha puasanya. Sementara menurut mazhab yang lain, dia wajib membayar puasanya dan membayar kifarat. Kifarat puasa adalah mengerjakan puasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberikan makanan kepada fakir miskin jika dia tidak mampu berpuasa. Semua mazhab sepakat bahwa barang siapa makan atau minum dengan sengaja di siang hari bulan Ramadhan maka dia akan mendapatkan dosa; karena dia telah melanggar kesucian puasa. Adapun barang siapa makan atau minum karena lupa, maka menurut mazhab Maliki puasanya batal dan dia harus tetap menahan makan dan minum hingga waktu berbuka puasa tiba. Namun dia hanya wajib mengqadha puasanya.[1] Adapun menurut selain Imam Malik, makan atau minum karena lupa tidak membatalkan puasa. Orang yang bersangkutan juga tidak wajib mengerjakan qadha. Puasanya tetap sah. Inilah pendapat yang menurut kami paling rajih (kuat).[2]
Diantara hal yang membatalkan puasa adalah: melakukan jimak dengan sengaja di siang hari bulan Ramadhan. Barang siapa melakukan hal itu maka dia wajib mengqadha puasanya dan membayar kifarat. Semua mazhab sepakat dalam hal ini. Hanya, apakah baik suami maupun istri sama-sama berkewajiban membayar kifarat? Sebagian mazhab berpendapat demikian, sementara mazhab yang lain berpendapat bahwa yang wajib membayar kifarat hanya suami.[3] Adapun sang istri, dia hanya wajib membayar qadha, meskipun keduanya sama-sama bersekutu dalam perbuatan dosa dan maksiat.
Diantara hal-hal yang membatalkan puasa adalah: muntah-muntah dengan sengaja.[4] Semua jenis cairan atau benda padat yang sampai ke dalam perut juga membatalkan puasa. Meski mazhab Hanafi dan Maliki mensyaratkan menetapnya benda padat di dalam perut. Celak, jika dipakai pada siang hari, dan bekas atau rasanya masih membekas di tenggorokan, menurut sebagian Imam mazhab juga membatalkan puasa. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i, celak tidak membatalkan puasa, meskipun dipakai pada siang hari.[5] Dalil keduanya adalah hadis yang diriwayatkan dari Sayidah Aisyah bahwa kala itu nabi memakai celak pada siang hari bulan Ramadhan. Inilah pendapat yang menurut kami paling kuat.
Diantara hal yang membatalkan puasa adalah: haid dan nifas.


[1] Al-Mughni, Ibnu Qudamah (3/23).
[2] Al-Umm, Imam Syafi'i (2/97).
[3] Badâi'u ash-shanâ`i', al-Kasani (2/98).
[4] Badâi'u ash-shanâ`i', al-Kasani (2/98).
[5] Dalil mayoritas ulama bahwa celak tidak membatalkan puasa adalah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Sayidah Aisyah bahwa nabi pernah memakai celak pada bulan Ramadhan, padahan dia sedang berpuasa. Lihat: Nailu al-Authâr, sy-Syaukani (4/480).

No comments:

Post a Comment